Jumat, 23 Februari 2024

Campbell Stokes

 Campbell Stokes (Sunshine Duration) 


     Merupakan salah satu alat untuk mengetahui dan mengukur berapa lamanya sinar matahari yang masuk. Lamanya penyinaran matahari sampai permukaan bumi sepanjang hari dan diukur dalam jam.
Lama waktu penyinarannya ditulis dalam satuan jam sampai satuan persepuluhan atau persen terhadap panjang hari.Pembacaan sinar matahari yang masuk bisa dilihat dari bekas bakaran kertas pias yang terbakar terkena sinar matahari. Penggantian kertas pias diganti pada saat matahari terbenam.
Fungsi dari campbell stokes ini dapat mengetahui ukuran dari sinar pencahayaan matahari yang masuk ke kertas pias yang sudah terbakar.




Alat dan Bahan :
  1. Alat campbell stokes
  2. Kertas pias (lengkung pendek, lurus, lengkung panjang).
    Penggunaan kertas pias yang berbeda bentuknya yaitu menyesuaikan letak kedudukan matahari, sehingga campbell stoke yang dipakai mengikuti lintasan cahaya matahari supaya kertas pias dapat merekam sempurna. Maka dari itu, kertas pias dipasang pada posisi yang menunjukan jam yang tepat, supaya dapat terbaca pencahayaan dari sinar matahari yang masuk.

    Jadwal penggunaan kertas pias :

Jenis Pias

Belahan Bumi Utara atau Utara Equator

Belahan Bumi Selatan atau Selatan Equator

Lengkung Panjang

12 April s/d 2 September

15 Oktober s/d 28 Februari

Lurus

1 Maret s/d 11 April

3 September s/d 14 Oktober

1 Maret s/d 11 April

3 September s/d 14 Oktober

Lengkung Pendek

15 Oktober s/d 28 Februari

12 April s/d 2 Sptember



Cara Kerja :
  1.  Letakkan campbell stokes di lokasi terbuka hingga terkena sinar matahari.
  2.  Pastikan lensa bola kaca mengadap langsung ke sinar matahari.
  3.  Letakkan kertas pias dibawah lensa bola kaca sesuai dengan arah jam yang dilakukan.
  4.  Tunggu hingga kertas pias terbakar.
  5.  Jika sudah ada hasilnya, catat jumlah lubang yang terbakar sinar matahari.
  6.  Ulangi proses ini setiap hari supaya mendapatkan data akurat dengan jumlah sinar cahaya matahari yang diterima di lokasi tertentu dan waktu yang ditentukan.

Sabtu, 17 Februari 2024

Aktinograf Bimetal

 AKTINOGRAF BIMETAL 


    Aktinograf bimetal yaitu suatu alat untuk mencatat radiasi gelombang pendek dari sinar matahari dan atmosfer yang jatuh ke permukaan horizontal, serta mengukur seberapa intensitas cahaya yang masuk.

Keterangan gambar lain :



  1. Kubah kaca.
  2. Kepingan atau strip bimetal berwarna hitam putih.
  3. Pena pencatat grafik.
  4. Silinder berputar dengan kertas pias.
  5. Drum clock.
  6. Silica gel untuk menyerap uap air.
  7. Mekanik pembesar.
    Aktinograf diletakan di tempat terbuka selama sinar matahari mencapai sensor. Pengukuran radiasi matahari dilakukan menggunakan kertas pias. Pias aktinograf memiliki garis horizontal yang menunjukan skala waktu, dan garis vertikal untuk garis intensitas radiasi matahari dengan satuan gram kalori/cm2/menit. Sistem pencatat pena pias dilakukan secara mekanis. Pena akan naik turun pada kertas pias yang digulung silinder jam hingga membuat jejak/grafik. Pembacaan kertas pias dilakukan setiap hari setelah pemasangan dan pengangkatan pias pukul 07.00 waktu setempat. Dari kertas pias yang dihasilkan dapat memperoleh rekaman/grafik intensitas radiasi matahari total di suatu tempat selama waktu tertentu (harian/mingguan).
    Fungsi dari aktinograf bimetal untuk mengetahui intensitas cahaya yang di dapatkan.

Prinsip Kerja :
  1. Aktinograf bimetal diatur sedemikian rupa sampai kedua lempengan logam ada pada temperatur yang sama, sehingga pena menunjukan angka nol.
  2. Jika radiasi mengenai lempengan hitam, maka lempengan menyerap panas lebih banyak, tetapi jika radiasi mengenai lempengan putih sifatnya kurang menyerap panas.
  3. Diantara lempengan yang disambungkan pena terjadi perubahan. Jika terjadi perubahan temperatur bisa menyebabkan perubahan panjang yang bisa menggerakan pena. 
  4. Semakin besar intensitas radiasi cahaya matahari mengenai lempengan, semakin besar perbedaan temperatur kedua logam. Semakin besar perbedaan temperatur, semakin besar perbedaan panjang, sehingga pena bergerak semakin tinggi.
Metode Operasi Aktinograf :
  1. Awal melakukan operasi dimulai pukul 06.00 waktu setempat (sebelum matahari bersinar).
  2. Membuka penutup alat.
  3. Melepaskan drum clock.
  4. Pasang kertas pias hingga sisi pias terhimpit penjepit drum clock.
  5. Hidupkan sistem drum clock dan letakan kembali seperti semula.
  6. Putar drum clock supaya ujung pena ada pada jam dan hari awal pengukuran.
  7. Menutup kembali penutup alat dan gunakan saat radiasi matahari masuk pada kubah kaca.
  8. Setelah matahari terbenam selama 1,5 jam, pias diambil untuk mengetahui grafik yang didapat.

Senin, 13 November 2023

Penyanderaan Profil Tanah di Malang dan Uji Coba Pilin

Tanah merupakan bagian alam yang diperlukan oleh makhluk hidup. Tanah memiliki karakteristik dari tekstur yang berbeda seperti, tanah liat,tanah berpasir,dan tanah berdebu. Tanah melibatkan suatu faktor yang dapat merubah pembentukan dan perwujudan tanah yang disebabkan oleh iklim/cuaca dan vegetasi/organisme. Proses pembentukan tanah dan proses perkembangannya dapat dilihat melalui karakteristik lapisan profil tanah.

Tanah yang memiliki bentuk umumnya sejajar dengan permukaan tanah dengan batas kabur sampai batas jelas/sangat jelas dinamakan horizon. Horizon dapat dibedakan menjadi H.O/horizon organik, H.A/horizon pencucian, H.B/penimbunan, H.C/horizon induk. Suatu horizon juga dibedakan lagi dalam beberapa bagian horizon seperti, O1,02,A1,A2,B3,AB,AC, dan macam kombinasi horizon lainnya. Horizon ini tidak selalu ideal susunannya, sehingga pada profil tanah tidak jarang dijumpai hanya satu atau macam horizon lainnya.

Uji coba identifikasi horizon profil tanah telah dilakukan pada saat penyanderaan profil tanah di Malang, kecamatan Pujon, desa Subalu pada 28 Oktober 2023. 











Penyanderaan profil tanah yang didapatkan :

1. Lapisan = Kedalaman [ 0-25, 25-67, 67-135, 135-145, 150-200 ].

    Horizon = Kejelasan [ c, g, c ,c g ] / [ clear,gradual,clear,clear,gradual ].

                     Bentuk [ i,i,s,w,i ] / [ irregular, irregular, smooth, weavy, irregular ].

2. Warna tanah = [ 10YR 3/3, 10YR 5/6, 10YR 5/6, 2,5YR 8/3, 7,5 YR 5/4 ].

    Karatan = Banyaknya [ - , f , m, - , f ] / [ few,moderat].

                     Ukuran [ - , 2, 2 , - , 1 ] / [ 5-15 mm, <5 mm].

                     Kejelasan [ - , p , p , - , p ] / [ prominent].

3. Konsentrasi = D/ dry [ h, s, s, sh, h ] / [ hard,soft,slightly hard ].

4. Struktur = Tingkat perkembangan [ 3, 1, 1, 1, 3 ] / [ strong,weak ].

                      Ukuran [ c, f, f, m, m ] / [ coarse,fine,moderat ].

                      Bentuk [ ab, er, er, pr, pr ] / [ angular bloky,crumb,prismatic ].

5. Bahan organik H202 = Kadar [ m, m, m, l m ] / [ medium,low ].

                                          Kadar kapur HCL [ l, m ,l, l, l ] / [ low,medium ].

                                          pH aktual/potensial [ 6 ].

                                          Fauna [ - ].

                                          Clay skin [ - ].

6. Retakan = Banyaknya [ a, m, f, - m ] / [ abudane,medium,few ].

                     Ukuran [ 3, 2, 1, 2, 1 ] / [ >15 mm,5-15 mm,<5 mm ].

    Pori-pori = Banyaknya [ a, m, f, - , m ] / [ abudane,medium,few ].

                       Ukuran [ 2, 2, 1, 2, 1 ] / [ 5-15 mm,<5 mm ].

    Batuan = Jumlah [ - , - , - , f , f ] / [ few 0-5% ].

                   Jenis [ - , - , - , g , g ] / [ gravel ].


Setelah melakukan identifikasi horison, tanah yang di dapatkan bisa di uji coba selanjutnya yaitu uji coba pilin yaitu dengan cara membentuk tanah liat dengan bentuk dasar tanah liat yang dipilin/ dibentuk seperti tali.

Langkah-langkah yang bisa dilakukan:

  1. Mengambil alat dan bahan yang diperlukan
  2. Mengambil sedikit tanah dari setiap lapisan, halus kan dan tambahkan sedikit demi sedikit air supaya lebih merata dan berbentuk seperti bola-bola.
  3. Kemudian dibentuk panjang seperti pita dan pipih kan.
  4. Setelah itu, mulai mengukur dengan penggaris dan tambahkan dengan sedikit air untuk merasakan tekstur tanah yang sudah dibuat. 

      5. Lakukan hal yang sama pada semua lapisan tanah yang ada. Sehingga dapat diketahui:
           - Lapisan 1 = Bisa, kelompok geluh lempungan,3 cm,tekstur merajai {geluh lempung pasiran}.
           - Lapisan 2 = Bisa, kelompok geluh lempungan, 2,5 cm,tekstur halus licin merajai. {geluh lempung debuan}.
           - Lapisan 3 = Bisa, kelompok geluh lempungan,4 cm,tekstur sama rasa {geluh lempungan}.
           - Lapisan 4 = Bisa, kelompok geluhan, <2,5 cm,tekstur pasir merajai {geluh pasiran}.
           - Lapisan 5 = Bisa. kelompok lempungan,>5cm (8cm),tekstur samarasa {lempung}.

Jika dirasa sudah cukup melakukannya, selanjutnya membuat dan menentukan endapan pada sisa tanah yang tidak digunakan.
Endapan tanah yang dipakai hanya lapisan 1,lapisan 2,dan lapisan 3.

Diketahui endapan tanah yang didapatkan:
    - Lapisan 1 termasuk clay
    - Lapisan 2 termasuk clay
    - Lapisan 3 termasuk clay

Selasa, 24 Oktober 2023

Penentuan pH Tanah

    Tingkat keasaman dan kebasaan suatu tanah pertanian menunjukkan skala angka, dengan adanya pH ideal yang memiliki kandungan senyawa organik, mikroorganisme dan unsur hara. Tanah yang ada di bumi kita, di wilayah kita memiliki kadar pH tanah yang berbeda dengan kisaran pH mulai dai 1-14 skala pH. Tanah yang memiliki pH di bawah 7 dengan kisaran 1-6 termasuk tanah asam. Sedangkan tanah dengan pH diatas 7 dengan kisaran 8-14 termasuk basa. Tanah yang berada pada pH 7 disebut netral.


Metodologi
Alat dan Bahan :
  • Moisture meter
  • Botol sampel
  • Kertas lakmus



Cara Kerja :
  • Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
  • Memilih tanah untuk pengambilan sampel.
  • Mengambil sampel tanah dan masukan ke dalam botol sampel (jangan sampai penuh).
  • Kemudian, tanah sampel di basah kan dengan air dan di aduk hingga tercampur.
  • Setelah itu, kertas lakmus dimasukkan ke dalan tanah untuk uji sampel.
  • Terakhir, mengamati perubahan pada kertas lakmus dan mencocok kan dengan skala pH.








Kesimpulan : 
Dengan menentukan pH tanah kita dapat mengetahui bagaimana kondisi pada tanah agar cukup baik pada saat akan ditanami tanaman, dan pH yang baik yaitu ada pada skala pH 7 yang berarti netral. 




KELOMPOK AMEL DAN CHARISMA



















Selasa, 17 Oktober 2023

Jar Test Soil Testing

( Lokasi Laboratorium Tanah Poiteknik Negeri Jember )


Tanah merupakan komposisi dari lapisan tanah yang ada, dimana didalamnya terdapat jenis tanah liat/lempung, tanah berpasir, tanah berdebu, dan batuan kerikil hingga batuan padat.

Komponen padat tanah yang berpori memiliki tingkatan tanah yang berbeda. Gumpalan tanah yang terbentuk pola tertentu akibat dari hasil perbuatan alam/kegiatan manusia yang)dilakukan.

Kondisi dalam tanah akan dipengaruhi campuran lainnya seperti karbon,silika,dan oksidayang bercampur jadi satu. 

Pada praktikum kali ini, kita menguji dan melihat endapan tanah di dalam bakerglass.

Alat dan bahan yang dibutuhkan :

    • bakerglass
    • mortal
    • pengaduk
    • penggaris 
    • sunlight
    • tanah

Cara Kerja :
    1. Menyiapkan alat dan bahan 
    2. Menghaluskan tanah pada mortal yang di sediakan.
    3. Masukan tanah yang sudah di haluskan ke dalam bakerglass sampai batas yang di tentukan.
    4. Tambahkan sunlight sekitar 4-5 tetes dan tambahkan dengan air. 
    5. Kemudian aduk hingga merata dan diamkan sekitar 3 hari atau 1 minggu.
    6. Setelah itu, menghitung tanah yang menghasilkan endapan/lapisan tanah.




 

Hasil endapan tanah di dalam bakerglass. 
total volume endapan = 6,1 cm

hasilnya berupa:
tanah berdebu = 1 ml , tanah liat =6 cm

Perhitungan nya yaitu:
- tanah berdebu ( 1ml ) =
0,1 / 6,1 * 100%  ~> 1,63

- tanah berpasir ( 6cm) =
6 / 6,1 * 100%  ~> 98,36




ANGGOTA KELOMPOK 1





















Selasa, 26 September 2023

Penyanderaan Profil Tanah

( Lokasi Lahan Laboratorium Lapang Politeknik Negeri Jember )


Penyanderaan Profil Tanah

    Tanah merupakan bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik lain. Tanah memiliki bentuk berongga, sehingga dapat menjadi tempat yang baik dan tepat untuk akar bernafas, karena terdapat unsur hara dan air untuk menopang tumbuhan.

    Tanah juga menjadi tempat habitat makhluk hidup berbagai macam organisme, dan sebagian besar hewan darat untuk bergerak juga tempat hidup.

    Tanah memiliki lapisan tanah (solum) yang terdiri atas : humus (O), top soil (A), eluvial 1 (E), sub soil (B), eluvial 2 (E), parents material (C), bedrock (B/R).


Metedologi

Alat dan Bahan :

  • Pisau
  • Plastik
  • Pasak bambu 
  • Rol meteran 
  • Batu (untuk menancapkan pasak bambu)
  • dll
Cara Kerja :
  1. Mencari lokasi tanah yang akan digunakan.
  2. Mengamati tanah dan mengukur kedalaman tanah.
  3. Mencari bagian-bagian pada tanah dan tancapkan tanda bambu (top soil, sub soil, dan eluvial).
  4. Mengambil beberapa bagian sampel tanah menggunakan pisau dan masukan ke dalam plastik.
  5. Bawa sampel tanah ke dalam laboratorium untuk pengecekan warna (hue [YR], value, chroma).
  6. Catat hasilnya untuk membuat laporan.

✓ Lapisan keseluruhan tanah yang diamati.

   

✓ Lapisan A ( top soil )

   

   

  • Ketebalan yang dihasilkan yaitu = 41 cm
  • Warna = 5 YR 5/1.
  • Kondisi vegetatif = ada, sisa akar jenis tunggang.

✓ Lapisan Eluvial 1

   
  • Ketebalan yang dihasilkan yaitu = 11 cm.
  • Warna = 7,5 YR 4/2.
  • Kondisi vegetatif = ada, sisa akar jenis tunggang.

✓ Lapisan Sub Soil 1

   
  • Ketebalan yang dihasilkan yaitu = 6 cm.
  • Warna = 5 YR 4/2.
  • Kondisi vegetatif = terdapat sedikit sisa akar tunggang.

✓ Lapisan Eluvial 2          

   
  • Ketebalan yang dihasilkan yaitu = 20 cm.
  • Warna = 7,5 YR 2/3.
  • Kondisi vegetatif = ada sedikit sisa akar tunggang dari tumbuhan lain.

✓ Lapisan Sub Soil 2

 
  • Ketebalan yang dihasilkan yaitu = 22 cm.
  • Warna = 10 YR 3/2.
  • Kondisi vegetatif = ada, dengan jenis akar tunggang dan terdapat sisa batu an kecil.



Anggota Kelompok 












  









Selasa, 19 September 2023

Sampel Tanah

 Sampel Tanah Terganggu dan Tak Terganggu 


Sampel Tanah Terganggu

Tanah terganggu merupakan tanah yang memiliki ukuran partikel seperti di tempat asalnya, tetapi strukturnya cukup rusak atau hancur seluruhnya.Sampel tanah terganggu biasanya diambil menggunakan bor tanah dari kedalaman tertentu. Biasanya dilakukan untuk keperluan menganalisis tekstur tanah, kandung air, dan yang lainnya.


Manfaat

Dalam pengambilan sampel tanah dapat diperoleh data atau karakteristik untuk mengetahui data-data yang telah diamati.

Contoh untuk pengisian data tanah biasanya berisi kan kadar air, berat tanah, tekstur tanah, dan yang lainnya.

Pengambilan sampel tanah merupakan tahap awal dan penting untuk melakukan pengujian di laboratorium. Karena dapat mengetahui sifat tanah pada suatu karakteristik pengamatan.


Alat dan Bahan

  1. Bor tanah
  2. Sekop
  3. Pisau
  4. Plastik
  5. Label
  6. Wadah

Cara Kerja

  • Menyiram tanah sebagai titik sampel, sehari sebelum uji coba.
  • Membersihkan permukaan tanah sebelum dilakukan pengeboran.
  • Bor tanah di tancapkan ke tanah hingga mencapai kedalaman yang diinginkan (20 cm, 40 cm,60 cm). Putar se arah jarum jam.
  • Jika pengambilan tanah dirasa sudah cukup, pindahkan dengan hati-hati ke wadah dan pisahkan tanah luar nya menggunakan pisau.
  • Lakukan hingga semua sampe di peroleh.
  • Setelah itu, tanah dimasukkan ke dalam plastik dan diberi label.



Sampel Tanah Tak Terganggu

Sampel tanah tak terganggu, merupakan sampel yang biasanya digunakan untuk penetapan angka berat volume. Tanah yang diambil dari lapisan tanah tertentu diambil dalam keadaan tak terganggu sehingga hampir sama dengan kondisi lapangan. Biasanya menunjukkan sifat asli dari tanah yang tidak mengalami perubahan dalam struktur kadar air.

Manfaat

Dalam pengambilan sampel tanah tak terganggu dapat diperoleh sifat-sifat tanah pada suatu pengamatan.


Alat dan Bahan

  1. Ring sampel dan ring master
  2. Pisau
  3. Palu besi
  4. Sekop
  5. Label
  6. Wadah


Cara Kerja

  • Menyiram tanah sebagai titik sampel, sebelum melakukan uji coba.
  • Membersihkan permukaan tanah dari tanaman yang tumbuh.
  • Masukan ring sampel ke tamah hingga kedalaman ¾ bagian
  • Letakkan ring master diatas ring sampel, dan tekan masuk menggunakan palu/alat khusus.
  • Jika ring sampel masuk seutuhnya ke dalam tanah dan ring master masuk ½ bagian, cabut perlahan.
  • Sekop bagian samping tanah untuk mengeluarkan ring sampel.
  • Bersihkan ring sampel dari tanah luar nya dengan pisau. Pastikan sampel utuh dan tidak rusak.
  • Setelah selesai, beri label dan simpan untuk pengujian di laboratorium.        






ANGGOTA KELOMPOK 1





















Traktor Roda Empat

Pengenalan Implement Traktor Roda Empat  Disc Plough Alat pertanian kuat yang dapat memecah dan membalikkan tanah, sehingga zat hara yang ad...